يُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاتَّقُون
ِ
“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Hendaknya kalian memperingatkan, bahwasanya tidak ada Ilâh (sembahan) yang berhak diibadahi kecuali Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepada-Ku.”.” [An-Nahl: 2]
ِ
“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Hendaknya kalian memperingatkan, bahwasanya tidak ada Ilâh (sembahan) yang berhak diibadahi kecuali Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepada-Ku.”.” [An-Nahl: 2]
Ayat di atas berada dalam Surah An-Nahl yang dikenal juga dengan nama surah An-Ni’am (penyebutan nikmak-nikmat Allah). siapa yang ingin merenungi dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah, cermatilah surah yang agung ini. Nikmat yang paling pertama disebut dalam Surah An-Nahl adalah ayat di atas yang menjelaskan nikmat diutusnya para rasul dengan membawa tauhid. Namun, banyak manusia tidak mengetahui bahwa mentauhidkan Allah dalam ibadah adalah nikmat Allah yang paling besar untuk seorang hamba.
